cara mengembangkan usaha

Catat! Ini 4 Kesalahan Cara Mengembangkan Usaha Bisnis!

Sudah bertahun-tahun bangun bisnis tapi sulit untuk berkembang? Catat! Ini 4 tanda bahwa cara mengembangkan usaha yang Anda terapkan di bisnis kurang tepat!

Cara mengembangkan usaha yang tidak tepat

Pernahkah Anda merasa bahwa jumlah customer yang beli di bisnis Anda tidak mengalami peningkatan? Strategi yang diterapkan untuk bisa menguasai pasar juga tidak memberikan hasil yang signifikan di bisnis? Eh malah kompetitor ternyata yang menguasai pasar! Belum lagi karyawan kerjanya malas-malasan sehingga Anda terpaksa mengerjakan semua pekerjaan?

Kalau Anda juga mengalami masalah ini, waspada bahwa selama ini ternyata Anda melakukan kesalahan dalam cara mengembangkan usaha bisnis Anda!

Ketahui 4 kesalahan cara mengembangkan usaha dari Global Awards Winning Business Coach, Coach Yohanes G. Pauly:

1. Terlalu menjual functional benefit

Kesalahan terbesar cara mengembangkan usaha yang sangat sering dijumpai adalah terlalu menjual functional benefit kepada calon customer.

Misalnya selalu menonjolkan bahwa produk yang dijual fungsinya paling bagus, kualitasnya paling keren, tidak mudah rusak, dan lainnya. Cara ini sangat tidak efektif untuk mendatangkan calon customer ke bisnis karena dimata calon customer tidak ada perbedaan antara barang yang dijual dengan bisnis lain.

Oleh karena itu Coach Yohanes G. Pauly mengatakan bahwa pemilik bisnis harus menjual emotional benefit, yaitu dengan menyentuh calon customer darisisi perasaan dan emosional. Jika pebisnis bisa menyentuh hati calon customer, maka harga tidak lagi relevan

2. Asal rekrut karyawan

Kesalahan kedua adalah pemilik bisnis tidak tahu cara rekrut karyawan yang benar sehingga karyawan yang direkrut untuk mengembangkan bisnis adalah asal-asalan.

“Sebagai salah satu aset paling penting di bisnis, karyawan yang direkrut haruslah orang-orang yang berkualitas dan memenuhi kualifikasi.” ucap Coach Yohanes G. Pauly.

Founder dan Master Coach di GRATYO Practical Business Coaching ini menambahkan ciri-ciri karyawan yang tidak berkualitas adalah tidak punya self-driven, harus didorong dulu supaya mau kerja, kinerja selalu dibawah harapan, suka membuat ribut dan penuh politik kantor, serta tidak patuh dengan sistem di bisnis.

Pemilik bisnis harus memperbaiki cara mengembangkan usaha yaitu dengan memiliki karyawan yang tepat di bisnis dengan memperbaiki ke akar permasalahan, yaitu sistem rekrutnya harus benar. Pemilik bisnis saat melakukan rekrut karyawan harus mempertimbangkan soft skill, tidak hanya hard skill semata.

Baca juga:

3. Sistem hanya berpusat pada pemilik bisnis

Jika diibaratkan pencernaan pada tubuh manusia, sistem adalah yang mengatur bagaimana alur (flow) makanan akan dicerna, apa tanggung jawab dan tugas masing-masing organ, bagaimana ritme kerja antar organ, dan apa indikasi atau tanda bahwa organ tersebut bekerja dengan normal.

Kesalahan cara mengembangkan usaha yang sering menjebak pemilik bisnis adalah sistem di bisnis hanya ada di kepala si pemilik bisnis saja, tidak dipahami dan diterapkan oleh semua karyawan. Jika hanya pemilik bisnis yang tahu dengan sistem, sekalinya pemilik bisnis tidak masuk kerja, bisnis akan sangat berantakan karena karyawan tidak paham dengan sistem yang harus dijalankan.

Dampak terbesarnya pada bisnis adalah performa bisnis sangat jauh menurun dan bisnis sangat susah untuk berkembang karena ujung-ujungnya semua pekerjaan harus diinstruksikan terlebih dahulu oleh pebisnis untuk dilakukan.

4. Profit is the King, cash is King Kong

Jika pemilik bisnis ditanya apa tujuan bangun bisnis, tentu jawabannya adalah untuk mencari profit. Namun disamping profit, ada yang jauh lebih penting yaitu cash.

Artinya, benar bisnis harus mencari profit, namun ingat justru pemilik bisnis harus lebih memperhatikan cash flow di bisnis. Bisnis bisa saja “hidup” meskipun tidak profitable selama masih ada cash untuk bertahan. Namun jika tidak ada cash, bisnis tidak punya uang lagi untuk membayar kebutuhan bisnis. Bisnis bukan “sakit” lagi, tapi bahkan bisa mati!

Pemilik bisnis terlalu fokus dengan cara mengembangkan usaha di bidang marketing, tapi sering lupa dengan pentingnya pembukuan keuangan dan cash flow di bisnis. Padahal jika pembukuan keuangan dan cash flow tidak jelas dan berantakan, pemilik bisnis tidak akan bisa memproyeksikan kesehatan dan perencanaan masa depan bisnis.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *